01 Februari 2026

Kemhan Serahkan Kembali KRI Teluk Kupang-519 ke TNI AL Usai Perbaikan Intensif

01 Februari 2026

Serah terima kembali Kapal LST KRI Teluk Kupang-519 (photos: Kemhan)

Jakarta – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) secara resmi menyerahkan kembali KRI Teluk Kupang-519 (KRI TKP-519) kepada TNI Angkatan Laut usai menjalani perbaikan platform secara intensif. Acara serah terima dipimpin oleh Sekretaris Badan Logistik Pertahanan (Ses Baloghan) Kemhan, Laksamana Muda TNI Mochamad Taufiq Hidayat, yang mewakili Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (23/1/2026).


Dalam sambutan Kabaloghan Kemhan yang dibacakan oleh Ses Baloghan, mengapresiasi sinergi antara Kemhan, TNI AL, industri pertahanan dalam negeri, dan PT Tesco Indomaritim. Perbaikan yang dilakukan mencakup sektor vital, mulai dari sistem bangunan kapal, pendorong, kelistrikan, keselamatan, hingga akomodasi prajurit. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk memastikan alutsista Indonesia selalu dalam kondisi prima.


“Kami berharap hasil perbaikan ini dapat mengembalikan performa KRI TKP-519 ke kondisi optimal, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas-tugas strategis TNI AL dan memperkuat postur pertahanan laut Indonesia di berbagai medan penugasan,” ujar Ses Baloghan dalam sambutan Kabaloghan Kemhan.


Lebih lanjut, Kemhan berpesan kepada seluruh Anak Buah Kapal (ABK) KRI TKP-519 untuk senantiasa merawat kapal ini agar memiliki usia pakai yang panjang dan selalu siap tempur menjaga kedaulatan NKRI. Rangkaian acara diakhiri dengan peninjauan langsung (ship tour) oleh jajaran pejabat Kemhan dan TNI AL ke berbagai sektor kapal untuk memverifikasi hasil perbaikan. Dengan kembalinya KRI TKP-519 ke jajaran armada, diharapkan semangat Jalesveva Jayamahe semakin kokoh di lautan Nusantara.

Menart 2 Marinir Cek Kesiapan Tempur

01 Februari 2026

Alutsista Resimen Artileri 2 Pasukan Marinir 2 (photos: Korps Marinir)

TNI AL. Dispen Kormar (Surabaya) Resimen Artileri 2 Marinir menggelar apel organik di lapangan apel Kesatrian Sutedi Senaputra Karangpilang. 


Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, disiplin dan profesionalisme prajurit dipimpin oleh Komandan Resimen Artileri 2 Marinir Kolonel Marinir Marhabang, S.H., M. Tr.Hanla., M.M, dihadiri Wadanmenart, Pastaf Resimen, para Dansatlak serta segenap Prajurit dan material kesenjataan Menart 2 Mar. Kamis (29/01).


Pasukan Marinir 2 atau (Pasmar 2) merupakan Komando Pelaksana Utama Korps Marinir, yang meliputi wilayah tengah Indonesia. Pasmar 2 mempunyai tugas pokok, yaitu membina kekuatan dan kemampuan serta kesiapsiagaan operasional sebagai pasukan pendarat TNI Angkatan Laut dalam rangka proyeksi kekuatan ke darat lewat laut, operasi pertahanan pantai di pulau-pulau strategis serta operasi tempur lainnya sesuai kebijakan Panglima TNI.

Australia Delivers New Guardian-class Patrol Boat to the Republic of the Marshall Islands

01 Februari 2026

RMIS Jelmae the Guardian‑class Patrol Boat, marking its formal handover to the Republic of the Marshall Islands (RMI) in Western Australia (photo: Aus DoD)

The Republic of the Marshall Islands has taken delivery of a new Guardian-class Patrol Boat, RMIS Jelmae, in a ceremony at HMAS Stirling, Western Australia.

The Foreign Minister of the Republic of the Marshall Islands, the Hon Kalani Kaneko, received the vessel on behalf of the Government of the Marshall Islands.

Australia and the Marshall Islands share a strong partnership, underpinned by a shared focus on maritime security.

The vessel will strengthen the Marshall Islands’ maritime capability and assist in responding to national and regional priorities.

The vessel will replace Pacific Patrol Boat, RMIS Lomor 03, which was delivered to the Marshall Islands by Australia in 1991. RMIS Lomor 03 was the longest-serving Pacific Patrol Boat, operating for almost 35 years.

RMIS Jelmae the Guardian‑class Patrol Boat (photo: ShipsHub)

RMIS Jelmae is the 23rd vessel delivered under Australia’s Pacific Maritime Security Program – a 30-year commitment with our Pacific partners to support a stable, prosperous and secure region. 

This milestone marks the final delivery of a Guardian-class Patrol Boat to a Pacific partner nation under the Pacific Maritime Security Program.

The Australian Government continues to partner with the Pacific on our shared regional maritime security, through the $5.9 billion invested into the Pacific Maritime Security Program.

Quotes attributable to Susan Bodell, First Assistant Secretary Pacific Division:

“Through our partnership with the Republic of the Marshall Islands, we are increasing regional maritime security and will be more effective in tackling our shared regional challenges together.

“The Pacific Maritime Security Program is empowering protection of the Pacific, by the Pacific – by delivering enduring sovereign capability that is underpinned by through-life sustainment, training and regional coordination.”

(Aus DoD)

31 Januari 2026

Kapal Fregat TCG İzmir dan TCG İçel dari Turki Bakal Perkuat TNI AL

31 Januari 2026

Fregat kelas I TCG Izmir 516 (photo: Donanim Haber)

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Kapal fregat kelas I (I class, Istanbul class atau Istif class) TCG Izmir dan TCG Icel yang menjadi kebanggaan Angkatan Laut Turki, meraih kesuksesan besar di panggung internasional. Kini, di bidang industri pertahanan, Turki telah menjadi salah satu pengekspor senjata terpenting di dunia.

Platform-platform megah itu yang dikembangkan dalam lingkup proyek MILGEM, pertama kalinya akan diekspor ke Indonesia untuk dioperasikan TNI AL. Konsorsium galangan kapal Turki, TAIS telah menandatangani perjanjian senilai 1 miliar atau sekitar Rp 16,7 triliun dengan perusahaan Barzan Holdings dari Qatar. Berdasarkan perjanjian ini, dua fregat kelas İstif, setara dengan TCG Izmir dan TCG Icel, akan dikirim ke Indonesia.

Fregat kelas I TCG Icel 518 (photo: Haluk Görgün on NSosyal)

Dikutip dari Mirathaber, ekspor itu menandai penjualan luar negeri pertama kelas İstif dan sekali lagi menunjukkan daya saing global Turki di industri pertahanan. Model kerja sama trilateral ini, yang difasilitasi oleh Qatar, juga merupakan cerminan keberhasilan Turki dalam diplomasi dan ekonomi.

Di bawah kepemimpinan Erdoğan, Turki terus menulis kisah-kisah epik di industri pertahanan: Lebih banyak lagi TCG Izmir dan TCG Icel akan dengan bangga mengibarkan bendera Turki di tanah air dan di luar negeri! Perjanjian ini adalah salah satu bukti paling nyata tentang seberapa jauh Partai AK telah membawa industri pertahanan dalam lebih dari 20 tahun kekuasaannya.

Kapal fregat kelas I (I class, Istanbul class atau Istif class) adalah fregat dengan panjang 113,2m dan berat 3.100ton (image: Donanim Haber)

Sekretaris Industri Pertahanan Turki (SSB) Haluk Gorgun menjelaskan, program MILGEM sebagai "simbol nyata tekad Turki untuk mandiri di industri pertahanan, kapasitas tekniknya yang tinggi, dan visinya untuk produksi dalam negeri." Merujuk pada proyek tersebut yang dikerjakan dengan kontribusi lebih 200 lembaga, organisasi, dan perusahaan, Gorgün mengatakan, proyek kapal fregat terus menghadirkan hal-hal pertama bagi Turki.

Dia mencatat, Turki termasuk di antara negara-negara terkemuka di dunia dalam hal pembangunan kapal militer secara simultan. Menurut Gorgun, TCG IÇEL mengandung banyak solusi lokal di berbagai subsistem, dari radar dan sonar hingga sistem pengendalian tembakan dan rudal anti-kapal, dengan tingkat kandungan lokal mencapai hingga 80 persen.

"Pencapaian ini adalah hasil dari visi bersama bukan hanya dari Angkatan Laut Turki tetapi juga dari semua pemangku kepentingan di industri pertahanan kita," katanya dikutip dari Stm.

LCS 1 KD Maharaja Lela Sea Going

31 Januari 2026

First sea going of KD Maharaja Lela on 28 January (photos: LUNAS)

The first Littoral Combat Ship officially underwent Sea Going on 28 January 2026, with Lumut Naval Shipyard (LUNAS) Chief Executive Officer, Ir. Azhar Jumaat, on-site to witness this significant milestone. The operation was led by our talented local team, reflecting strong esprit de corps, professionalism and unwavering commitment.


Kudos to the entire LCS team for their dedication and collective effort in making this achievement possible. Bravo Zulu!

PAF Restores Sikorsky S-76A, Reinforcing Operational Capability

31 Januari 2026

Sikorsky S-76A of the PAF (photos: PAF)

The Philippine Air Force (PAF), through the 505th Search and Rescue Group (505th SRG), formally welcomed the return of the recovered Sikorsky S-76A during a Blessing Ceremony held on January 26, 2026, at Colonel Jesus Villamor Air Base, Pasay City. The event marked a significant milestone in the PAF’s sustained efforts to restore and strengthen its air assets in support of national defense, humanitarian assistance, and disaster response missions.


The ceremony was graced by the Commanding General of the PAF, Lieutenant General Arthur M Cordura PAF, along with the Commander of Air Mobility Command, Major General Ramil G Oloroso PAF, and the Group Commander of the 505th SRG, Colonel Jonathan B Gastardo PAF (MNSA). In his message, Lieutenant General Cordura underscored the dedication, technical expertise, and professionalism of PAF maintenance personnel and aircrew, emphasizing that the successful recovery and restoration of the Sikorsky S-76A reflect the Air Force’s growing self-reliance and firm commitment to operational readiness.


After the extensive repair, the Sikorsky S-76A has been fully restored and declared operational, significantly enhancing the PAF’s search and rescue, air transport, and disaster response capabilities. Its return strengthens the PAF’s ability to safeguard lives and deliver timely air support, underscoring its enduring mission to serve and protect the nation, especially during emergencies and critical operations.

(PAF)

Reublikorp dan Aselsan Teken Perjanjian ToT untuk HYBRA Digital Mobile Radio (DMR)

31 Januari 2026

Penanda-tanganan Aselsan-HYBRA Digital Mobile Radio (DMR) (photo: Republikorp)

Republikorp dan ASELSAN Perkuat Kerja Sama Pertahanan lewat Perjanjian Alih Teknologi untuk Sistem Komunikasi Aman HYBRA DMR
Jakarta, – PT Republik Technetronic Nusantara (RTN), anak perusahaan Republikorp, secara resmi meresmikan Technology Cooperation Agreement terkait Alih Teknologi (Transfer of Technology/ToT) untuk HYBRA Digital Mobile Radio (DMR) dari ASELSAN. Penandatanganan ini berlangsung pada ajang Doha International Maritime Defence Exhibition and Conference (DIMDEX) 2026, menandai langkah operasional penting bagi joint venture Republikorp–ASELSAN yang baru dibentuk.

Perjanjian ini memulai kerangka komprehensif untuk alih teknologi bertahap, technical knowledge sharing, serta advanced training. Langkah-langkah tersebut dirancang untuk mendukung produksi lokal tactical communication systems di Indonesia yang memenuhi standar kualitas internasional yang ketat.

Norman Joesoef, Founder Republikorp, menyoroti dua arti strategis utama dari perjanjian ini, yaitu memperkuat hubungan diplomatik industri serta meningkatkan kapabilitas intelijen nasional (termasuk kebutuhan secure communications dan enkripsi). “Kolaborasi dengan ASELSAN ini merupakan kelanjutan dari kerja sama teknologi Indonesia yang telah terjalin lama dengan Türkiye, namun sekaligus menandai era baru dengan tingkat lokalisasi yang lebih tinggi dan alih teknologi yang lebih substansial,” ujar Norman Joesoef.


“Kami secara khusus memprioritaskan HYBRA DMR karena tantangan modern membutuhkan solusi modern. Sebagai sistem highly portable dan secure communications, HYBRA DMR akan membekali komunitas intelijen militer kami dengan kelincahan operasional serta enkripsi krusial agar dapat beroperasi efektif di lingkungan yang kompleks.”

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut langsung dari peluncuran PT Republik-Aselsan Indonesia, sebuah perusahaan patungan yang diumumkan pada 9 September 2025 di DSEI, London. Perjanjian pendirian ditandatangani oleh Norman Joesoef dan Ahmet Akyol, President & CEO ASELSAN, yang menjadi landasan untuk integrasi industri yang lebih mendalam.

Kemitraan ini mendukung peta jalan strategis Indonesia menuju kemandirian industri pertahanan, memastikan infrastruktur pertahanan kritikal berlabel “Made in Indonesia.” Secara bersamaan, kemitraan ini juga memberikan ASELSAN akses strategis jangka panjang ke pasar pertahanan Asia Tenggara.

PT Republik Aselsan Indonesia diproyeksikan menjadi regional hub untuk advanced defense communication systems, memproduksi solusi high-tech yang melayani kebutuhan keamanan nasional Indonesia dan kawasan ASEAN secara lebih luas.